Nama : Mahmud Fahrul Rozi
NIM : 1211301044
Jur/SMTR : AS-HKI / V (lima)
Tugas : UTS Hukum Hibah
Menganalisis
Kasus Hibah
Liputan6.com,
Banten, Jakarta : Dugaan
penyimpangan dana bantuan sosial di Provinsi Banten telah masuk ke tahap
penyelidikan di KPK. Dana bansos dan hibah diduga disalurkan ke puluhan lembaga
fiktif dan mencurigakan serta ke sejumlah lembaga yang dipimpin keluarga
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Seperti tayangan Liputan 6 Petang SCTV, Kamis
(31/10/2013), satu per satu dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Atut mulai
dibidik. Salah satunya adalah dugaan penyimpangan dana bantuan sosial yang kini
telah memasuki tahap penyelidikan di KPK.
Berdasarkan laporan Indonesia Corruption
Watch (ICW), tahun 2011 Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan dana hibah Rp
340 miliar, dana bantuan sosial Rp 51 miliar. Ternyata penyalurannya penuh
kejanggalan.
Antara lain ada
10 lembaga penerima yang ternyata fiktif. Total ada Rp 4,5 miliar rupiah yang
masuk ke lembaga fiktif. Juga ada 12 lembaga penerima dana yang mencurigakan
karena berada di alamat yang sama, yakni di Jalan Brigjen Kyai Haji Syam'un No
55 Kota Serang. Total dana yang masuk ke 12 lembaga ini Rp 28, 95 miliar.
Selain itu, dana
juga mengalir ke 15 lembaga yang ternyata dipimpin keluarga Atut Rp 29,5
miliar. Sejumlah lembaga antara lain dipimpin anak Atut, Andika Hazrumya, dan
adik Atut, Ratu Tatu Chasanah.
Koordinator
Divisi Korupsi Politik ICW Abdulah Dahlan mengatakan dari hasil penelusurannya,
lembaga penerima dana ternyata fiktif. Pihaknya mencoba menelusuri lembaga
penerima dana yang diduga fiktif. Salah satu yang disebutkan penerima dana
adalah Forum Pengembangan Ekonomi Syariah dan SDA di Jalan Blok Malang No 91,
Poris Plawad, Cipondoh Tangerang. Ternyata alamat tersebut tidak ditemukan.
Dugaan korupsi
di Banten sangat ironis jika dibandingkan dengan tingginnya jumlah orang miskin
di Banten yang mencapai lebih dari 600 ribu orang. Salah satunya adalah Mainah,
seorang nenek yang hidup sendiri di Cipocok Jaya, Serang. Di tengah dugaan
bobolnya puluhan miliar dana hibah dan bansos, ia tak pernah sedikit pun
menerima bantuan. (Rmn/Sss)
ANALISIS
:
Dari apa yang
saya tangkap sebuah berita diatas adalah Pemerintah memberikan suatu bansos
atau dana hibah kepada forum pengembangan ekonomi syariah dan SDA tetapi dana
tersebut tidak sampai kepada para warga miskin di daerah banten.
Kemudian dalam
penyaluran dana hibah tersebut diantaranya12 lembaga dana yang sama dalam satu
alamat yang dicurigai memilliki kejanggalan dalam masalah alamat lembaga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar